Mahasiswa merupakan salah satu elemen penting dalam setiap episode panjang perjalanan bangsa ini. Hal ini tentu saja sangat beralasan mengingat bagaimana pentingnya peran mahasiswa yang selalu menjadi aktor perubahan dalam setiap momen - momen bersejarah di Indonesia. Sejarah telah banyak mencatat, dari mulai munculnya Kebangkitan Nasional hingga Tragedi 1998, mahasiswa selalu menjadi garda terdepan. Beberapa tahun belakangan ini telah banyak tercatat bahwa sudah beberapa kali mahasiswa menancapkan taji intelektualitasnya secara aplikatif dalam memajukan peradaban bangsa ini dari masa penjajahan Belanda, Masa Penjajahan Jepang, Masa Pemberontakan PKI, Masa Orde Lama, Hingga Masa orde baru, peran mahasiswa tidak pernah absen dalam catatan peristiwa penting tersebut.
Unikama - Siapakah kaum intelektual minoritas yang dimaksud? Ya, jawabannya adalah mahasiswa. Bagi anda para mahasiswa, patut bersyukur dan berbanggalah akan titel yang mungkin baru anda sekalian sandang akhir-akhir ini. Karena dari total jumlah penduduk Indonesia ± 235 juta jiwa, jumlah kaum intelektual minoritas ini hanya sekitar 4.3 juta jiwa atau sekitar 4% dari total penduduk Indonesia.
Mahasiswa pada era-globalisasi sekarang seperti kehilangan arah dan tujuan. Kaum minoritas yang digadang-gadang sebagai “agent of change” ini seakan terjebak pada lingkaran dampak globalisasasi yang lebih mengedepankan corak hedonisme dan apatisme. Mereka yang seharusnya berperan dalam perubahan dan pembaharuan bangsa ke arah yang lebih baik namun pada kenyataannya hanya menjadi tokoh-tokoh apatis dalam keterpurukan bangsa dan seakan terhipnotis oleh kebahagian dunia semata.
Pada hakekatnya ketika kita bertanya, “apa tujuan anda menjadi mahasiswa”? secara general pastinya ingin membawa kepada suatu perubahan, baik itu dari segi kepentingan individu maupun masyarakat. Dalam perjalananya ke arah tujuan mulia itu terkadang selalu ada saja kekuatan yang seakan menghalangi dari dalam diri mereka sendiri. Pola pikir dan “main set” yang telah terkontaminasi oleh desakan abstrak dari dalam diri inilah yang terkadang menjerumuskan mereka kedalam lembah “hitam”, sehingga terkadang mata ini digelapkan pada penderitaan dan permasalahan bangsa sebaliknya diterangkan pada sifat-sifat hedonisme yang mengedepankan foya-foya dan kebahagiaan sesaat.
Kerangka berfikir yang kurang sempurna dalam memandang sesuatu dan kurang peka terhadap suatu dinamika dimasyarakat membuat segelintir mahasiswa lebih merasa aman dan nyaman dalam “zona nyaman” masing-masing. Padahal mereka lupa bahwasannya mahasiswa punya peranan dan sebagai pengemban tugas besar dalam pembaharuan bangsa yang mengemban estafet sejak zaman kemerdekaan, yaitu untuk mencapai tujuan awal para pendiri bangsa (founding father’s).
Perkembangan yang terjadi di kalangan mahasiswa pada dewasa ini bisa dikatakan terjadi sebuah kemunduran pola pikir. Mahasiswa yang lebih mengedepankan sifat-sifat anarkisme dalam menyuarakan kepentingan rakyat merupakan corak dan stigma negatif yang seakan-akan menyudutkan posisi mereka. Bahkan banyak dari masyarakat yang menganggap mahasiswa sekarang hanya disibukkan oleh tawuran antar sesama mahasiswa dan bentrokan terhadap aparat penegak hukum. Sehingga pada akhirnya keamanan masyarakat menjadi terganggu serta kehidupan pembelajaran di kampus menjadi tidak kondusif.
Pergerakan mahasiswa pada masa Orde Lama, Orde Baru hingga beralih ke era reformasi seharusnya menjadi sebuah catatan bagi kaum intelektual minoritas ini untuk berkaca pada sejarah dan menjadikannya motivasi tersendiri untuk melakukan yang lebih baik lagi, sehingga mahasiswa sebagai “agent of change” memang riil adanya, bukan hanya sebatas slogan tanpa implementasi.
Pada akhirnya sudah saatnya bagi mahasiswa untuk bangkit dari musuh-musuh abstrak dari dalam dirinya, sehingga dapat kembali pada rule awal yang mereka cita-citakan. Semoga dampak dari globalisasi yang mulai terasa tidak menjadi suatu halangan yang berarti bagi perkembangan kreativitas dan semangat dari dalam diri mereka.
mari kita bersama sama mengembalikan sesuai dg yg diinginkan..
Ini adalah jawaban yang dipimpin orang-orang yang telah diberitahu begitu lama oleh begitu banyak untuk bersikap sinis dan takut dan ragu tentang apa yang kita dapat mencapai untuk meletakkan tangan mereka pada busur sejarah dan membungkuk sekali lagi menuju harapan hari yang lebih baik .
Sudah lama datang, tetapi hari ini, karena apa yang kita lakukan pada tanggal ini dalam pemilihan pada saat yang menentukan perubahan telah datang ke Universitas kanjuruhan.
terima kasih kpd tuhan yg maha esa Allah Swt.
terima kasih kpd wanita yg menyayangi dan selalu mendoakan saya "bundaku tercinta",
dan kepada pria yg begitu sulit memberikan senyum ketika melihat saya pesimis "ayahanda tersayang".
terimakasih kpd wanita yg slm ne menyemangati saya sekaligus jurkam saya .. "yuliati"
terima kasih bagi semua mahasiswa kanjruhan yg sdh mendukung saya..
terimakasih kpd tim Sukses saya yg sudah bekerja keras untuk memenangkan pasangan ESA.
terima kasih kepada tim konseptor, Yudi ansori, yanuar, dan achmad yg sudah memutar otak membakar semangat teman - teman untuk memberikan yg terbaik kpd pasangan ESA.
kaian Pahlawan tanpa tanda jasa .
Anda membuat ini terjadi, dan saya selamanya berterima kasih atas apa yang telah dikorbankan untuk menyelesaikannya. Tetapi di atas semua, saya tidak akan pernah lupa siapa yang punya kemenangan ini. kemengan ini milik kalian.
karena pada dasarnya saya sadar bahwa saya tidak pernah kandidat paling mungkin menang dalam pemilu ini. karena Kami tidak mulai dengan banyak dukungan. tapi dengan konsep kalian hal ini bisa terjadi.
dan hari ini kita bisa buktikan bahwa kekuatan persatuan & kesatuan tdk bs dikalahkan oleh khayalan..
terima kasih kepada pasangan calon No. 2. 3. dan 4 saudara madri & suli, Purwanto & dadang, youndry & Maulidia yg sudah bersama-sama melewati proses panjang, menemani saya dalam masa-masa kampanye, jujur kalian membuat saya makin dewasa.
terima kasih kepada pasangan saya yg sudah setia menemani saya wakil presiden terpilih "Syaiful Hak"
untuk semua terima kasih banyak....
Akan ada kemunduran dan awal yang salah. Ada banyak yang tidak akan setuju dengan setiap keputusan atau kebijakan yang saya buat sebagai presiden. Dan kita tahu bahwa BEM tidak bisa memecahkan semua masalah.
Tapi saya akan selalu jujur dengan Anda mengenai tantangan yang kita hadapi. Saya akan mendengarkan Anda, terutama ketika kita tidak setuju. Dan, di atas semua, saya akan meminta Anda untuk bergabung dalam bekerja memperbaharui kampus ini.
Kemenangan ini sendiri bukanlah perubahan yang kita cari. Ini hanya kesempatan bagi kita untuk melakukan perubahan itu. Dan itu tidak bisa terjadi jika kita hanya bangga dengan statusque.
Itu tidak bisa terjadi tanpa Anda, tanpa semangat layanan baru, semangat baru pengorbanan.
Jadi mari kita memanggil baru semangat dan tanggung jawab, dimana setiap dari kita memutuskan untukkomitmen persatuan dan kesatuan (KPK) bagi semua elemen yg ada kampus ini.
seperti apa yg telh dikatakan Jend. Sudirman, jika anda ingin menang maka anda haru kuat, dan jika anda ingin kuat maka anda harus bersatu...
dan alhamdulilah hari ini kalian bisa membuktikn hal itu..
Dan untuk mahasiwa-mahasiswi yang belum bisa mendukung saya dalam pemilu ini, karena mempunyai sudut pandang yang berbeda, sehingga tidak bisa memberikan hak suara piihnya untuk saya. jangan takut dan jangan khawtir, saya berjanji, saya akan selalu mendengar suara Anda. Saya butuh bantuan Anda. Dan saya akan menjadi presiden Anda juga.
marilah kedepan bersama-sama berkarya yg lebih baik untuk BEM dan untuk kampus kita tercinta...
mari bersama - sama berjuang kawan..
opsi kita satu bertindak menjadi sejarah atau diam menjadi sampah..
Atas Nama Presiden BEM Unikama terpilih "Eenk heryono"
nilai-nilai yang trtanam adalah, jawaban dari proses panjang demi mncapai perubahan.setidaknya kita telah menang, dalam mengalahkan ego-ego pribadi & golongan.
saya sangat senang dengan atmosfer ini, keringat ini dan nafas perjuangan ini semakin membakar adrenalin. hasil adalah jawaban dari proses panjang perjuangan, dan ini semakin membuat mata terbuka bawasannya ideologi dan idealisme merupakan motor penggerak hati. inilah proses demokrasi, siapapun pemenangnya itulah yang terbaik. ikhtiar telah dilaksanakan, hasil tuhan yang menentukan. bismilla......!!!
visi" membangun komitmen persatuan & kesatuan (KPK), percayalah harapan itu masih ada...!!
misi:...
1. mewujudkan BEM yg tanpa membedakan SARA
2. Menjadikan BEM yg berjiwa integritas yg tinggi serta kritis & proaktif
3. menjalin hubungan yg baik diinternal maupun eksternal demi kesejahteraan mahasiswa
4. menjdikan BEM yg kritis & proaktif dalam tataran pergerakan nasional
5. optimalisasi stiap kebijakan, tindakan yg telah dibuat dieksekusi secara efektifLihat Selengkapnya